Semangat Pemuda: “Merajut Kemerdekaan”

by : @adilvakhri



17 Agustus adalah hari kemerdekaan Republik Indonesia. Keadilan seluruh rakyat Indonesia, apakah seluruh rakyat Indonesia telah merasakan keadilan tersebut? Saya tidak menjawab iya atau tidak. Namun melalui cerita yang saya ceritakan melalui tulisan ini, semoga anda dapat menilainya.



_DSC0187.JPG



Jumat, 17 Agustus 2018 atau tepatnya pada hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73. Aku bersama sahabat komunitas Turun Tangan Lhokseumawe membuat sebuah kegiatan yang berjudul “Merajut Kemerdekaan” ke sebuah daerah di Kabupaten Aceh Utara yang bernama Araselo. Jalan yang kami tempuh tidaklah mudah. Medan yang kami tempuh menanjak dan berbatuan, butuh tenaga yang kuat untuk mengendarai sepeda motor. Sejenak aku berpikir bagaimana masyarakat di daerah ini melakukan perjalanan ke kota untuk memenuhi kebutuhan dan untuk menjual hasil pertanian mereka. Jika hujan, aku rasa sangatlah tidak mudah untuk di lalui jalan ini.



_DSC0157.JPG



Pada momen semangat kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73 ini, komunitas Turun Tangan Lhokseumawe melalukan kegiatan “Merajut Kemerdekaan” di SDN 25 Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Sungguh, murid-murid yang ada di sekolah tersebut sangat butuh dukungan dan semangat dari pamuda-pemudi bangsa Indonesia. Tidak hanya murid, tapi guru-guru di sekolah ini sangatlah butuh semangat dan dukungan dari kami pemuda. Guru-guru di sekolah ini juga sangat butuh perhatian khusus dari pemerintah.

Melihat kondisi sekolah ini, menurut dari amatan penulis kondisi sekolah ini tidak mendukung untuk murid-murid disini. Jalan yang harus mereka lalui lumayan jauh dari permukiman warga. Kondisi jalanpun tidaklah bersahabat dengan mereka. Jika musim hujan datang, kondisi jalan tidaklah mudah di lalui.

Pada kesempatan ini saya tidak menceritakan panjang lebar tentang kisah perjalananku. Jika anda penasaran, sampai jumpa di postingan saya berikutnya. Pada postingan selanjutnya saya tidak hanya menceritakan perjalan saya ke daerah ini, tapi saya juga akan menceritakan bagaimana keseruan dan kesenangan murid-murid SDN 25 Sawang bermain permainan tradisional bersama kami. Sampai jumpa pada postingan saya berikutnya.



_DSC0053+.jpg



[ENG]

August 17 is the Republic of Indonesia’s independence day. Justice of all Indonesian people, have all Indonesian people felt that justice? I did not answer yes or no. But through the story that I told through this article, I hope you can judge it.

Friday, August 17 2018 or precisely on the 73rd independence day of the Republic of Indonesia. I, together with the friend of the community of Turun Tangan Lhokseumawe, made an activity entitled “Knitting Independence” to an area in North Aceh Regency called Araselo. The road we took was not easy. The terrain we traveled uphill and rocky, needed strong energy to ride a motorcycle. For a moment I thought about how people in this area traveled to the city to fulfill their needs and to sell their agricultural produce. If it’s raining, I don’t think it’s easy to walk this road.

In the moment of the 73rd independence spirit of the Republic of Indonesia, the Turun Tangan Lhokseumawe community carried out the “Knitting Independence” activity at SDN 25 Sawang, North Aceh District. Really, the students in the school really need the support and enthusiasm of the Indonesian youth. Not only students, but the teachers at this school really need enthusiasm and support from our youth. Teachers at this school also really need special attention from the government.

Seeing the condition of this school, according to the writer’s observations the condition of this school is not supportive for students here. The road they have to travel is quite far from the residential area. Even road conditions are not friendly with them. If the rainy season comes, road conditions are not easy to go through.

On this occasion I did not tell at length about the story of my journey. If you are curious, see you in my next post. In the next post I not only told my trip to this area, but I will also tell you about the excitement and pleasure of SDN 25 Sawang students playing traditional games with us. See you at my next post.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *