Two Hand Two Trash (Dua Tangan Dua Sampah) di SDN 16 Kuta Makmur

by: @adilvakhri



Sabtu, 06 Oktober 2018 aku bersama teman-teman melakukan sebuah kegiatan yang berjudul “Two Hand Two Trash (dua tangan dua sampah)”. Kegiatan ini kami laksanakan di SDN 16 Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara. Untuk sampai ke tempat tujuan butuh perjuangan yang lumayan menguras tenaga, walaupun menggunakan sepeda motor. Pantat dan pinggang anda terasa begitu lelah karena jalan yang dilalui tidaklah semulus di kota-kota. Jalan berbatuan, apalagi musim hujan seperti saat ini sudah pasti jalan becek dan berlumpur. Namun keadaan jalan tersebut bukan penghalang untuk sampai di SDN 16 Kuta Makmur, karena semangat kami lebih besar untuk berjumpa anak-anak disana. SDN 16 Kuta Makmur ini juga pernah menjadi salah satu sekolah penempatan para pengajar muda beberapa angkatan (2010-2017).



_DSC4736.JPG



Kegiatan ini memiliki tujuan yaitu membuat anak-anak peduli terhadap lingkungan, terutama permasalahan sampah. Sudah sepatutnya kita memberi pemahaman kepada anak-anak tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dari pada sampah.

Beberapa rangkaian kegiatan kami lakukan, yaitu mengutip sampah disekitar perkarangan sekolah, mengajari cara mencuci tangan dengan benar, dan deklarasi “Two Hand Two Trash”. Siswa-siswi SDN 16 Kuta Makmur sangat antusias terhadap kegiatan ini.

Harapan kami tidak hanya pada sekolah ini dapat berjalan program ini. Semoga program ini dapat diterapkan pada sekolah dasar lainnya, karena program ini sangatlah bermanfaat untuk menciptakan penerus bangsa yang peduli terhadap lingkungan, terutama masalah sampah.

Seperti yang kita ketahui bersama, di Indonesia masalah sampah bukanlah permasalahan biasa tapi sudah menjadi permasalahan yang sangat luar biasa. Kebiasaan buruk masyarakat Indonesia membuang sampah sembarangan sangatlah jelas dapat kita lihat. Lantas, cara mengubahnya bagaimana? Salah satunya ialah itu, mengajari dan memberi pemahaman kepada anak-anak untuk peduli terhadap lingkungan.

Sudahkah mengajari anak-anak sekitar anda untuk peduli terhadap lingkungan? Jika belum, mari kita bergerak. Kini bukan saatnya untuk diam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *